Saturday, 5 May 2018

DIKSI ( Diskusi Sabtu Pagi)


[Reportase] :

Tepat pada tanggal 28 April 2018, Departemen Kajian Keilmuan melaksanakan Diskusi Sabtu Pagi(DIKSI) dengan Pembahasan yg cukup menggelitik, yakni  "Memotret Wajah Pendidikan Indonesia", Menurut Dimas Ario Pamungkas selaku pengurus Puskomda Malang Raya, "kegiatan diskusi seperti ini, yg membahas masalah-masalah sosial sangat penting bagi aktivis Dakwah, agar aktivis Dakwah itu peka terhadap realitas yang terjadi di masyarakat".

Tidak seperti biasanya, Lembaga Dakwah Kampus yang terkenal sangat aktif memotori terlaksananya kajian-kajian keislaman ini, menyentuh ranah problem sosial pendidikan dalam kajiannya. Kegiatan diskusi tersebut dilakukan sebagai refleksi dari peringatan hari pendidikan Nasional yang akan diperingati 2 mei. "Hari pendidikan nasional yg selama ini selalu menjadi seremonial belaka" tutur Salah satu Anggota Departemen Kajian Keilmuan.

Dengan adanya diskusi seperti ini, papar kepala departemen Kajian Keilmuan "diharapkan mampu memberikan aroma baru dalam tubuh Lembaga Dakwah Kampul At-tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang agar aktivis dakwah menjadi kritis dalam melihat  kondisi masyarakat di era global ini"
Diskusi yang diarahkan langsung oleh mantan Skejend LDK At-tarbiyah itu berjalan dengan hangat dan interaktif, peserta yang datang begitu antusias memperhatikan ulasan tentang potret pendidikan indonesia. Materi yang dipaparkan itu ibarat mengupas bawang kebangsaan, semakin dikupas semakin perih menyayaut-nyayat, memekakan telinga, dan mengundang empati.

Reporter, KI

#RumahUkhuwah
#KolaboratorKebaikan
#LDKAtTarbiyah١٤٣٩
#UINMaliki
#kajiankeilmuan
#diksi
#DiskusiSabtuPagi
.
〰〰〰〰〰〰〰
.
IG : @ldkattarbiyah
Twitter : @ldkuinmaliki
Fb : LDK At-Tarbiyah UIN Maliki Malang
Youtube : LDK At-Tarbiyah UIN Maliki Malang
Blog : ldkattarbiyah.blogspot.co.id

MENJADI KARTINI DALAM BERDAKWAH

Oleh : Nadiyya Rosyida 

Menjadi pahlawan, tak melulu sekedar turun berjuang di medan perang, yang berkorban dan berjuang demi kemaslahatan umat. Menjadi pahlawan, tak melulu dari seorang lelaki tangguh. Lantas bagaimana seorang wanita ?

Bersyukurlah wahai wanita, apalagi engkau seorang “Muslimah”, sebab Allah telah memilihmu, sebab Rosulullah sangat peduli kepadamu, dan sebab Islam sangat mengistimewakanmu.

Dari Abdullah Bin Abbas, Rosulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang mempunyai 2 anak perempuan kemudian ia berbuat baik dalam berhubungan dengan keduanya, kecuali dimasukkannya kedalam surga.”  (Shohih Al Adabil Mufrod)

Melihat situasi akhir-akhir ini, ketika banyak wanita menuntut emansipasi dan persamaan derajat. Bisa dikatakan kehidupan wanita saat ini berada ditengah komunitas masyarakat yang tidak memahami nilai-nilai Islam. Ustadz Faisal Maulawi, Seorang Mufti Libanon berkata, “Saatnya sekarang kondisi umat sedang dalam keadaan bahaya, para wanita muslimah terjun untuk terlibat aktif dalam membantengi dan memperbaiki umat.”

Karenanya, berjuanglah wahai Muslimah..

Berjuanglah karena Allah Tuhanmu, untuk Islam Agamamu, dan Dakwah sebagai jalan hidupmu. Berjuang menjadi muslimah penerus Risalah Rosulullah, tidaklah mudah, harus benar-benar selalu memperhatikan akan 4 hal :

1. Faqihah Li Diiniha
Secerdas Aisyah r.a yang menguasai beberapa hadits dan ilmu-ilmu Islam. Muslimah aktifis dakwah, hendaknya mendalami Agamanya dan mempelajari ilmu-ilmu dan teknologi, sehingga dengan mudah ia menyesuaikan kehidupannya dengan perkembangan zaman, dan kehidupannya dengan cara hidup Rosulullah hingga dalam misi ini sesuai dengan apa yang Rosulullah inginkan

2. Muayyidah Fii Da’wati Zaujiha
Kesuksesan seorang laki-laki tidak luput dari wanita hebat dibelakangnya. Sebagai aktifis dakwah, seorang muslimah tidak hanya memperdulikan hal-hal eksternalnya saja, namun mendukung dan memotivasi amal Islami suaminya juga menjadi hal penting dalam hidupnya.

3. Najihah Fii Tarbiyati Auladiha
Sesukses Khadijah r.a dalam mendidik anak-anaknya. Dengan mempelajari dan mendidik anak sesuai ajaran Islam, berarti seorang muslimah aktifis dakwah telah mempersiapkan generasi-generasi emas yang akan dipersembahkan untuk kejayaan Islam dimasa yang akan datang.

3. Naafi’ah Fii Tagyiri Biiatiha
Tidak hanya peduli terhadap diri sendiri dan keluarganya, muslimah aktifis dakwah juga harus memperhatikan lingkungan disekitarnya. Selalu membuka mata dan telinga dengan kondisi lingkungan, menjadi agen perubahan dalam lingkungan yang selalu mengupayakan dirinya dan lingkungannya menjadi baik. 

Barokallah fiikunn wanita-wanita sholihah kepunyaan Allah….

Monday, 2 April 2018

Karena Dakwah Bukan Hanya Tugas Kyai


KARENA DAKWAH BUKAN HANYA TUGAS PARA KYAI
Muhammad Ruslan Hidayatullah

Dalam  Al-Qur’an surat Yasiin ayat 20 Allah berfirman yang artinya “ Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata ; Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu”.
Habib Ibn Surri An-Najjar. Ialah nama yang ditafsirkan para mufassir seperti Jalaluddin Suyuti dan Jalaluddin Al Mahali dalam kitabnya Tafsir Jalalain sebagai ”seorang laki-laki”. Habib Ibn Surri An-Najjar merupakan seorang penduduk kota Intakiah yang beriman kepada ketiga utusan Nabi Isa a.s, seorang tukang kayu dari ujung kota ini, yang Allah menjadikan sosok yang sesungguhnya tak disebut namanya di dalam ayat tersebut sebagai teladan.
Habib mengajak kaumnya agar mereka beriman kepada ketiga utusan Nabi Isa a.s yang mana mereka tidak meminta upah sedikitpun atas dakwahnya. Namun kaumnya tetap membangkang bahkan mereka malah membunuh Habib An-Najjar.
Dia bukan Rasul, bukan Nabi, bukan pula Ulama, tetapi dia menjadi elemen dakwah rasul, terhadap murid-murid nabi Isa a.s, namanya mungkin asing di bumi, namun dirindukan oleh para penghuni langit. Dia juga bukan “pemain inti”, namun Allah memuliakannya, sehingga perkataannya direkam dalam ayat Al-Qur’an. ”Wahai kamku, ikutilah utusan-utusan Allah itu.”
Banyak yang beranggapan bahwa dakwah hanyalah tugas para ustadz, kyai , ulama atau orang- orang yang paham agama serta medan dakwah yang dikonotasikan dengan majelis taklim, mimbar maupun ruang-ruang formal semisal. Hingga pada akhirnya, berdakwah hanya didentikkan dengan berceramah, dan ini menjadikan pandangan seorang muslim  yang bukan ustadz atau kyai merasa tidak ada beban tanggung jawab untuk berdakwah.
Sebagai seorang muslim, kita seharusnya mempunyai komitmen pada diri untuk berusaha berdakwah sekalipun dengan batas minimal ilmu yang kita kuasai. Berusaha untuk mengajak orang-orang dalam hal kebaikan, dan memberi manfaat kepada mereka sehingga ajaran islam yang universal ini, dapat dirasakan oleh semua ummat manusia.
Terciptanya sinergi,  itulah yang penting dalam dakwah. Allah tidak melihat posisi, dan apapun kedudukan kita. Sebagai mu’allim ataupun penceramah maupun sebagai muharrik yang menyunting, mengkonsep acara atau sekadar menyebarkan pamflet - pamflet kajian. Namun, yang Allah lihat adalah jernihnya niat kita serta besar ikhtiar ketulusan hati kita hanya untuk mendapat ridho-Nya.
Meminjam perkataan Abdur Arsyad ”meskipun kita bukan bagian dari “kereta” dakwah, tapi setidaknya janganlah kita mau menjadi “kerikil” pengganggu diatas rel.


Penulis: Muhammad Ruslan Hidayatullah
Editor: Muhammad Rizki Rajawali

Save Palestine


WORD OF PALESTINE
Sheni Diah Safitri

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hello, my name is Sheni Diah Safitri, in this happy occasion I’m going to be talking about Palestines conflict. I want to ask you guys, have you ever image if you guys were in their position? children are learning in the midst of anxienty children who lost their parents and parents who lost their children. We are so lucky guys! in Indonesia, you can go to campus, you can go hangout with friends or familly everyday and everytime you want or we can live in our country peaceably, but how about Palestine? They live in the midst of israel’s against. Even to read to read Qur’an and pray, they must be faced of the death everyday. They do not know either they will meet the family anymore or not.
Palestine, almost everyday it is reported on our social media. Many of them are injury even die. Palestine is ours also. Still you remember that in Palestine there is Masjidil Aqsa which has become the first Qiblah of muslims and this place has become the history of isra mi’raj, when Rasulullah was ordered by Allah to convey the five daily prayers, and israel has been destroying this mosque. All historicals in Palestine becomes the big important for muslims around the world. Because Rasulullah SAW said that a muslim is analogized as one body, it means that when a muslim feels pain then the other muslim will feel the pain also.
Indonesia is the one country which always ready to help palestine, we make a community in the name of “save Palestine, arema for palestine or we stand with Palestine” or samething else. Not only Indonesia but also turkey is the country which ready to help Palestine, the new president is erdogan he is the one who most opposes to the violent of israel. America by Donald Trump declared that yerussalem would be the city of israel. It has been stirring rumor in the world. Unfortunately, the united nation rejected this declaration and about 128 countries of uni europe, were rejecting it. I hope, it means that there many peope who still care of the palestine. Do you know guys? Palestine has become the first country which confessed  indonesia independence? Yes. Palestine was there.
So, where are we when they need our help? Not only in the name of muslim but also in the name of humanity, we have to care their freedom. The palestians is also human, right? Same with us, they have a right to live in this world peaceably, the world that Allah created for all creatures. You don’t need to go there directly, you dont need to shoot every israel’s troops. At least, you can pray from their freedom, you can donate your worthy treasure, and you can share the condition of Palestine to people around the world to help them.
Dear Palestine, you are not alone, I always by your side. Allahuakbar!

Writer: Sheni Diah Safitri
Editor: Muhammad Rizki Rajawali

Wednesday, 28 March 2018

Memahami Karakter Peserta Didik dari Gaya Belajar

LET’S KNOW YOUR LEARNING STYLE
Sukma Dwi Meyrena


Masing-masing individu memiliki keunikan sendiri dalam belajar. Dan, keunikan itu berhubungan erat dengan kenyamanan. Gaya belajar  yaitu  cara bereaksi dengan menggunakan perangsang-perangsang yang diterimanya dalam proses belajar (Nasution, 2008: 103). 
Gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi (Adi. W Gunawan, 2006: 139). Singkatnya, gaya belajar adalah berbagai macam cara yang dilakukan oleh seseorag untuk memasukkan informasi melalui ke-5 panca indera.
Seringkali ketika di dalam kelas, guru menjumpai peserta didik dengan beraneka macam tingkahnya ketika belajar. Ada yang mainan bolpoin ketika diterangkan, ada yang kaki nya tidak bisa diam, ada yang diam anteng memerhatikan guru dengan seksama, lalu ada juga yang membaca dengan suara lantang dan ada pula yang diam tapi diam nya itu kadang kala menjadi pertanyaan, "ini anak dengerin apa ngapain kok tatapanya tidak ke saya?".
Semua pertanyaan dan pernyataan di atas dapat diatasi oleh seorang pengajar dengan memahami gaya belajar masing-masing peserta didik. Wajib diingat bahwa tidak semua peserta didik itu mempunyai gaya yang sama, oleh karenanya guru sebagai sosok pendidik dengan ilmu pedagogis yang mumpuni semestinya paham bagaimana langkah untuk menangani hal tersebut
.
MACAM-MACAM GAYA BELAJAR
Bukan sebuah kekurangan jika ada seorang murid lebih berprestasi dalam dunia non akademik dibandingkan akademik, justru hal tersebut adalah celah untuk menjadikan sebuah kesempatan untuk memahamkan anak di bidang akademik dengan pendekatan non akademik, music misalnya. Berikut macam-macam gaya belajar dan ciri siswa pemiliki gaya belajar tersebut :

1. Gaya Belajar Visual
Adalah gaya belajar yang lebih menonjolkan siswa dalam bidang visual. Dimana anak lebih paham dengan apa yang mereka lihat baik membaca atau melihat gambar maupun video. Ciri-ciri anak dengan gaya belajar visual yaitu cenderung rapi pada peampilan, berbicara dengan cepat, sering membuat coretan-coretan, teliti, tidak mudah terganggu oleh suara keributan ketika sedang belajar, dan lebih suka membaca daripada dibacakan. Karena mungkin dengan membaca sendiri akan lebih greget

2. Gaya Belajar Auditoris
Adalah gaya belajar  yang lebih menonjolkan fungsi pendengaran siswa daripada visual. Mereka lebih paham jika sudah mendengar entah itu mendengar ceramah guru ataupun mendengar hasil rekaman pribadi. Cirri anak dengan gaya belajar auditoris yaitu terkeasan independen dan unggul dalam kecerdasan interpersonal, jika bercanda mereka lebih senang bercanda langsung daripada harus membaca komik lucu.

3. Gaya Belajar Kinetis
Adalah gaya belajar yang memanfatkan gerak tubuh. Siswa denga tipe ini sangat tidak beruntung jika besar dalam lingkungan yang tidak dapat memahami mereka. Siswa kinetis tidak akan menangkap informasi secara total jika harus dipaksa untuk duduk diam tanpa melakukan apapun, mereka cenderung menggerakkan ataupun memainkan apapun yang ada di dekatnya, bicara lebih lamban dari gaya yang lain, dan sering ekspresif dan penuh gerak jika berbicara atau berinteraksi

Nah, setelah mengetahui macam-macam gaya belajar peserta didik, maka langkah bijak apa yang seharusnya diambil oleh para pendidik? Jangan terlalu mudah memberikan  judgement pada peserta didik yang terkesan ricuh dan peserta didik yang diam saja ketika di kelas. Mereka punya style masing-masing dalam menangkap informasi.~

Writer: Sukma Dwi Meyrena
Editor: Alvi Aqeel