Posts

Showing posts with the label Semesta Islam

Ternyata GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka’bah

Image
Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan travel ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata: “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?” Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan sem acam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi di balik penghapusan website tersebut. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memilik...

Menyorot Kesamaan Syiah dengan Yahudi dan Nashrani

Saya tidak membedakan apakah saya shalat bermakmum di belakang seorang penganut Jahmiyah atau Rafidhah (Syiah), ataukah bermakmum di belakang Yahudi dan Nasrani (semuanya tidak sah). Mereka tidak boleh disalami, tidak boleh dibesuk ketika sakit, tidak boleh dinikahi (wanitanya), tidak dilayat jenazahnya, dan tidak boleh dimakan sembelihannya." ( Imam Bukhari, Khalqu Af ’ alil ‘ Ibad, hal.25) Bagi mereka yang belum paham akan hakikat ajaran Syiah, ungkapan ulama ahli hadits di atas menyisakan satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut yaitu, dimanakah letak kesamaan antara Syiah dengan Yahudi dan Nashari? Dan untuk menjawab pertanyaan ini, sekiranya penjelasan Ibnu Taimiyah dalam bukunya Minhajus Sunnah dapat mewakili. Dalam buku tersebut beliau menyebutkan ada tujuh kesamaan atau kemiripan Syiah dengan Yahudi dan Nashari. Pertama, sisi kesamaan antara Yahudi dan Syiah adalah bahwa fitnah yang ada pada Syiah itu persis dengan fitnah yang ada pada Yahudi, yaitu kalau orang Yahudi...

AMIR ALIM

Suatu ketika Zia ’ ul Haq (alm) Presiden Pakistan tahun 1977-1989, mengumpulkan para wartawan untuk berdialog dan makan siang. Disela dialog itu Zia ’ ul Haq bertanya kepada Nizami, pimpinan redaksi koran the Nation. “ Nizami menurut anda siapa yang mendirikan dan membangun negara ” , tanya Zia. Nizami agak lama berpikir memahami logika Zia, dan lalu menjawab “ Politisi ” . Zia tersenyum mendengar jawaban itu lalu berkata: “ Ternyata wartawan sekelas anda masih berpikir sependek itu ” . Orang mengira dia akan membanggakan dirinya. Tapi akhirnya ia membuka persepsinya “ Sebenarnya, yang mendirikan dan membangun negara itu adalah para intelektual ” . Demikian seterusnya dan Zia pun terus berwacana di seputar isu itu. Zia ’ ul Haq berpikir induktif. Di negerinya inspirator kemerdekaan bukan politisi. Pakistan merdeka dari India berkat terutama inspirasi Mohammad Iqbal. Selain itu terdapat nama-nama seperti Abul A ’ la al-Maududi, Amir Ali, Sir Syed Ahmad Khan dan sebagainya. ...

ISLAMISASI SAINS

Westernisasi, sekularisasi, liberalisasi, Kristenisasi dan lain sebagainya adalah istilah-istilah resmi. Istilah itu mengandung konsep yang bermuatan nilai, kepercayaan atau ideologi. Istilah ini juga merupakan gerakan penyebaran nilai, agama, ideologi, cara berpikir. Dalam Islam juga terdapat istilah “ Islamisasi ” . Meski istilah ini baru dipopulerkan oleh al-Attas tahun 70an, prakteknya telah berjalan sejak zaman Nabi. Sejatinya Islamisasi adalah karakter Islam yang sesungguhnya, dan bukan akulturasi. Islam bukan produk budaya Arab. Sebab praktek kehidupan Jahiliyyah di-Islamkan. Menikah disucikan, berdagang ditertibkan, berperang diatur, ibadah ditentukan dengan tata cara khusus, kemusyrikan di-tauhid-kan. Di dunia Melayu Islam mencerahkan worldview mitologis menjadi rasional. Buktinya banyak aspek kehidupan bangsa Melayu menggunakan istilah-istilah Arab. Nama dan jumlah hari dalam seminggu adalah hasil Islamisasi. Istilah keilmuan Islam seperti nalar, fikir, ...

Adab dan Universitas

Belalang menjadi burung elang. Kutu menjadi kura-kura, dan Ulat berubah menjadi naga. Itulah syair pujangga Abdullah Abdul Qadir al-Munsyi, ditulis pertengahan abad 19. Sekilas ia seperti sedang bicara evolusi Darwin, atau cerita bim salabim ala Herry Potter. Tapi sejatinya ia sedang bicara tentang perubahan yang aneh. Perubahan tentang bangsanya yang kehilangan adab. Metafora ini mudah diterima oleh bangsa Melayu, tapi tidak bagi orang Jawa. Orang Jawa lebih mudah paham dengan dagelan  “ Petruk jadi ratu ” . Ya dagelan, sebab ada perubahan status secara tidak alami atau tidak syar ’ i. Bukan gambaran diskriminatif, bukan pula rasial, tapi loncatan status yang abnormal. Munsyi tentu paham belalang mustahil jadi burung elang, kutu jadi kura-kura. Ia juga paham mengapa Tuhan mengizinkan kepompong bisa jadi kupu-kupu yang cantik. Tapi, yang ia gelisahkan mengapa ini bisa terjadi di dunia manusia. Semua orang berhak mencapai sukses, tap...

MEMPERBAIKI DIRI DAN MEMPERBAIKI SESAMA

Image
Kenapa harus membina? Pernahkah kita merasa, suatu ketika sangat nyaman dalam beribadah. Ingin selalu beribadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Puas dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, dan ingin selalu menjalankan sunnah - sunah Rasul-Nya. Lalu kita berfikir, apakah kita serta merta  menjadi taqwa terjadi begitu saja dengan otomatis? tentu tidak. Melalui peran siapa sajakah kita mampu berada pada jalan yang suci ini? Dalam setiap fase kehidupan kita selalu ada orang-orang yang mencoba memfahamkan kita tentang agama, mengajak kita kepada yang hak/menjauhi yang batil, menasehati kita saat khilaf, membimbing dengan sabar dan mengajak  kepada kebenaran ajaran Allah SWT dengan cara yang mampu menyentuh hati. Itulah hidayah yang Allah kirimkan melalui tangan-tangan orang-orang yang penyayang. Bila mereka tak pernah membimbing dan mengajak kita, bukan tidak mungkin saat ini kita masih jahil, buta ilmu dan tak mampu memahami betapa besarnya kasih sayang Allah Azza wajalla...

MASJID KAMPUS, KEKUATAN RAKSASA MEMBANGUN BANGSA*

"Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir, itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam nereka.Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah Ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, Serta mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) kecuali kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk" (Q.S. At-Taubah (9): 17 – 18) Ketika Rasulullah Muhammad SAW berhijrah dari Mekkah ke Madinah untuk menjalankan misi dakwah yang diembankan Allah atas dirinya, langkah pertama yang dilakukan adalah mendirikan masjid yang diikuti dengan mempersaudarakan kaum anshar dengan muhajirin. Langkah yang dilakukan Rasulullah ini patut untuk disimak, mengapa masjid menjadi pilihan untuk dibangun pertama kali dan bukan membangun istana ataupun rumah untuk tinggal beliau dan kaumnya. Hal ini karena pada masa Rasulullah, ...

Ibadah Qurban: Upaya Menginsankan Manusia

Maha besar Allah  yang telah melimpahkan nikmat hidup kepada kita, sehingga di kesempatan  pagi yang segar dan indah ini, kita dapat mempertautkan kembali hati kita sesama muslim saat beribadah shalat Idul Adha bersama-sama. Allah yang maha Agung, tiada pernah meninggalkan seditik pun mengasihi makhluk-Nya di jagat raya ini. Kegagahan dan keperkasaan-Nya yang tiada banding melunturkan pribadi-pribadi yang hendak menyaingi-Nya. Sungguh sangat kecil dan lemahlah kita jika mengingat dan merenungi hakikat kemanusiaan yang kita sandang. Teriring shalawat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada junjungan kita, nabi akhir zaman, penyempurna ajaran para rasul, nabi Muhammad saw, yang telah sukses menghantarkan kita ke pintu gerbang kemerdekaan yang hakiki, lahir dan batin. Kegigihan dan kejujuran sikapnya, kesederhanaan dan kebersahajaan pola hidupnya, serta kemuliaan dan keagungan akhlaknya, mampu menebas kejahilan dan kemerosotan moral yang merendahkan martabat umat manusi...