Posts

Showing posts with the label Reportase

Move On (Muslimah Beliave in Allah) by Madrasah Muslimah

Image
Terkadang cinta tak mudah di mengerti Awalnya cinta hanya sekedar ekspektasi Namun berlanjut pada sebuah obsesi Obsesi memantaskan diri dan memperbaiki diri Untuk mengarungi samudera yang luas bersama Dan Hanya pada Sang Ilahi Rabby….. Ku gantungkan segala obsesiku, ikhtiarku, do’aku serta tawakkalku untuk menjemput tulang rusukku Segala puji pada Alloh atas segala kekuasaaNya dan kehendaknya, acara Talkshow Move on adalah Grand Launching dari Madrasah Muslimah, dan acara Talkshow telah terlaksana dengan sukses pada tanggal 4 Oktober 2015 yang bertempat di Auditorium Fakultas Saintek   Lantai 4 UIN Maliki Malang yang dihadiri oleh   119 peserta dari berbagai kampus di kota Malang.   Kerjasama yang luar biasa untuk menyelenggarakan acara ini, dengan jumlah panitia sebanyak 13 orang akhwat, karena panitia memang merencanakan bahwa acara ini di khususkan untuk akhwat atau para perempuan.   Panitia memilih judul move on, karena   panitia ...

MUBES 9 LDK At-Tarbiyah UIN Malang

Image
Pada tanggal 7 Juni 2015 LDK At-Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan acara puncak kepengurusan dan pemilihan ketua baru yang biasa disebut MUBES. MUBES atau Musyawarah Besar sebenarnya bukan hanya berisi musyawarah untuk pemilihan ketua selanjutnya namun lebih-lebih bagi sebuah organisasi, ini adalah moment suatu yang sangat penting dimana semua evaluasi dari mulai pembahasan AD-ART, GBHO, dan lain-lain yang mengikuti dilakukan dengan melalui proses persidangan.  Bisa dibayangkan rasa capainya peserta sidang, karena acara ini dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 20.30 yang bertempat di gedung El-Zawa, dengan diselingi istirahat hanya pada waktu sholat.  Acara pun berakhir dengan terpilihnya Akh. Rustam sebagai pemegang estafet kepemimpinan. Akh. Rustam diyakini pantas sebagai pemimpin LDK, karena kontribusi, dedikasi, dan loyalitas yang dibilang sangat "KEREN" untuk seorang kader. Semoga dengan kepemimpiannya, LDK At-Tarbiyah UIN Malang menjadi semakin...

Menyorot Kesamaan Syiah dengan Yahudi dan Nashrani

Saya tidak membedakan apakah saya shalat bermakmum di belakang seorang penganut Jahmiyah atau Rafidhah (Syiah), ataukah bermakmum di belakang Yahudi dan Nasrani (semuanya tidak sah). Mereka tidak boleh disalami, tidak boleh dibesuk ketika sakit, tidak boleh dinikahi (wanitanya), tidak dilayat jenazahnya, dan tidak boleh dimakan sembelihannya." ( Imam Bukhari, Khalqu Af ’ alil ‘ Ibad, hal.25) Bagi mereka yang belum paham akan hakikat ajaran Syiah, ungkapan ulama ahli hadits di atas menyisakan satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut yaitu, dimanakah letak kesamaan antara Syiah dengan Yahudi dan Nashari? Dan untuk menjawab pertanyaan ini, sekiranya penjelasan Ibnu Taimiyah dalam bukunya Minhajus Sunnah dapat mewakili. Dalam buku tersebut beliau menyebutkan ada tujuh kesamaan atau kemiripan Syiah dengan Yahudi dan Nashari. Pertama, sisi kesamaan antara Yahudi dan Syiah adalah bahwa fitnah yang ada pada Syiah itu persis dengan fitnah yang ada pada Yahudi, yaitu kalau orang Yahudi...

DEWAN PAKAR ASWAJA CENTER: SEPILIS PAHAM TERLARANG UNTUK UMAT ISLAM

Hidayatullah.com Antara budaya dan Islam bisa menyatu jika budaya itu tidak bertentangan dengan syari ’ ah. “ Contohnya sarung dan baju koko ini, sudah memenuhi syarat untuk menutup aurat, maka kita ikuti saja budaya nusantara ini, karena tidak bertentangan dengan syari ’ at ” , demikian disampaikan anggota Dewan pakar Aswaja Center PWNU Jawa Timur, Idrus Romli dalam seminar bertajuk “ Pribumisasi Islam: Memahami Islam Serta Relasinya Dengan Sosial Budaya ” Hari Sabtu lalu (14/03/2015). Dalam seminar yang dilaksanakan di gedung Soekarno Rektorat UIN Malang ini, Gus Idrus, demikian ia akrap disapa mengungkapkan bahwa jika suatu budaya bertentangan dengan syariah maka ditolak. Sementara kita perlu menerima budaya yang tidak bertentangan dengan syariah sebagai jalan untuk berdakwah. Selain menerangkan tentang relasi Islam dan budaya, kiai muda asal Jember dalam kesempatan ini menerangkan haramnya paham SePILIS (istilah untuk penganut sekularisme, pluralisme dan liberalisme). ...

Adab dan Universitas

Belalang menjadi burung elang. Kutu menjadi kura-kura, dan Ulat berubah menjadi naga. Itulah syair pujangga Abdullah Abdul Qadir al-Munsyi, ditulis pertengahan abad 19. Sekilas ia seperti sedang bicara evolusi Darwin, atau cerita bim salabim ala Herry Potter. Tapi sejatinya ia sedang bicara tentang perubahan yang aneh. Perubahan tentang bangsanya yang kehilangan adab. Metafora ini mudah diterima oleh bangsa Melayu, tapi tidak bagi orang Jawa. Orang Jawa lebih mudah paham dengan dagelan  “ Petruk jadi ratu ” . Ya dagelan, sebab ada perubahan status secara tidak alami atau tidak syar ’ i. Bukan gambaran diskriminatif, bukan pula rasial, tapi loncatan status yang abnormal. Munsyi tentu paham belalang mustahil jadi burung elang, kutu jadi kura-kura. Ia juga paham mengapa Tuhan mengizinkan kepompong bisa jadi kupu-kupu yang cantik. Tapi, yang ia gelisahkan mengapa ini bisa terjadi di dunia manusia. Semua orang berhak mencapai sukses, tap...

Sebatas mana imanku?

Image
Dear  Fira Firdausi Nuzula Aku tuliskan sebuah surat untukmu sebagi tanda hati ini yang sedang resah, ungkapan yang mungkin hanya engkau sahabatku yang akan memahaminya Minggu-minggu lalu,aku merasa mendapatkan spirit dan sugesti luar biasa dari dosenku. Dosen  ilmu tafsir yang juga merangkap sebagai dosen ilmu hadis. Dari beliau, aku mempelajari satu hal yang dapat mengubah paradigmaku tentang dakwah. Dakwah itu wajib, dan kita semua tahu itu. Dakwah itu sulit, ya,jelas aku juga tahu itu. Tapi berkat beliau aku menemukan diriku yang lain, diriku yang menginginkan dakwah. Aku  katakan pada sahabatku yang lain. Sepertinya,  dakwah is fun. Tiga kata yang secara tidak masuk akal bisa aku katakan, jadi mudah saja ku lontarkan. Saat itu aku benar- benar serasa menjadi manusia yang memiliki hati putih, ingin menjadi orang baik, ingin berdakwah. Namun hidup bebicara lain. Hari ini aku benar- benar merasa malu. Malu luar biasa. Hari ini, adalah hari dimana aku bisa...

Eksotika Ramadhan Di Kampungku

Ramadhan adalah bulan yang begitu eksotik dari semua bulan yang ada di mataku. Kenapa? Karena ramadhan meninggalkan kenangan agung yang membekas di ingatan setiap muslim yang bertemu dengannya. Ramadhan di kampungku, sebuah desa kecil bernama Jarak terletak di bagian timur kabupaten Kediri. Di kampungku tanda ramadhan menyapa adalah adanya tradisi megengan. Megengan secara lughawi berarti menahan. Di dalam konteks puasa, maka yang dimaksud adalah menahan hawa nafsu selama bulan puasa. Secara simbolik, bahwa upacara megengan berarti menjadi penanda bahwa manusia akan memasuki bulan puasa sehingga harus menahan hawa nafsu, baik yang terkait dengan makan, minum, hubungan seksual dan nafsu lainnya., megeng berarti suatu penanda bagi orang Islam untuk melakukan persiapan secara khusus dalam menghadapi bulan yang sangat disucikan Dua hari atau tiga hari menjelang ramadhan tiba penduduk desa mulai ramai megengan. Para ibu membawa sebakul nasi dan lauknya ke masjid. Setelah ...