Posts

Showing posts with the label Renungan

Cinta Hanya Masalah Persepsi

“ Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).” Cinta adalah kata sederhana yang terangkai dari lima huruf C-I-N-T-A. Begitu sederhanakah? Ya. Sesederhana itu kata cinta terangkai. Namun jangan sekali-kali kau tanya makna dibalik kata ini. Cinta adalah satu kata yang memiliki berjuta definisi dan tafsiran, dalam sejarah, cinta adalah satu kata yang paling banyak didefinisikan oleh jutaan orang di dunia, mulai dari pelajar, pujangga, pengemis, presiden, ibu, bapak, kakek, nenek, hingga ora...

Kematian pasti akan datang?

Setiap yang hidup pasti akan mati. Dan setiap yang mati akan hidup. Dunia ini hanya sementara, fana. Seperti tempat persinggahan, terminal, air port, warung makan dan kata-kata yang lain yang sering kita dengar. Kata-kata itu tak sepenuhnya benar tapi juga tidak salah. Hidup di dunia hanya sementara, hanya sekali karena itulah harus berarti. Hidup di dunia hanya sebentar, sesaat karena itu harus bermakna. Sesaat itu bukan berarti harus di diamkan. Sesaat itu harus benar-benar di manfaatkan.  Kita di dunia ini hanyalah sementara, dan kita pasti akan mati entah kapan hal itu. Dalam sebuah syair Qus bin Sa'idah yang artinya: Mengenai orang-orang yang telah pergi sejak berabad-abad lalu meninggalkan pelajaran. Ketika aku melihat sumber-sumber kematian yang tidak jelas sumber-sumber pangkalnya. Lalu aku melihat kaumku berbondong-bondong; kecil, besar, semua berlari ke arahnya. Ketika itu aku sadar, akupun tidak akan luput akan menuju tempat dimana mereka telah kembali. ***

Apa yang kita lakukan, itu yang akan kau dapatkan?

"siapa yang menanam, pasti ia akan menuai buahnya" Sebuah pribahasa yang sering kita dengar dari saat kita keci dan bahkan di ajarkan mulai saat kita masih duduk di bangku sekolah sd. tetapi sudahkan kita benar-benar meresapinya atau kah hanya angin lalu belaka. Padahal andai kita fikirkan maknanya akan dalam sekali. seorang petani yang menanam biji padi, kemudian ia rawat. ia pupuk sawahnya, ia basmi hamanya, ia alirkan air ke sana dan dengan penuh sabar ia rawat dengan baik tanamannya. ketika masa panen tiba ia akan memanen padi tak mungkin ia akan memanen jagung. seperti itulah kiasan makna dari peribahasa tersebut. tapi kita sering lupa dan hanya berbuat semau yang kita inginkan. kita lebih sering bermimpi dan berangan-angan. kita ingin ini, kita ingin itu tapi tak mengusahan apa-apa dan hanya berdiam diri saja. dan tak mungkin kita mendapatkan apa yang kita mau. dari mulai lahir kita sudah di kenalkan untuk mencintai dunia dan memperjuangkannya. tapi beberapa kita...

Sebarapa banyak ilmu yang kau tahu, dan seberapa banyak ilmu yang kamu amalkan?

"sebanyak apa pun ilmu yang kamu tahu tidak akan bermanfaat jika hanya kamu hafal, tetapi ia akan bermanfaat jika kamu amalkan, walapun ia hanya sedikit" Berapa lama kita telah berlajar? Berapa lama kita mencari ilmu? Berapa lama kita duduk mencari ilmu? Berapa lama kita mendengarkan? Berapa banyak buku yang kita baca? Tapi berapa banyak yang telah kita amalkan? Dari kecil kita mulai di ajari berbagi macam hal. Playgroup, Taman kanak kanak, Sekolah Dasar, Sekolah menengah pertama, Sekolah menengah akhir, perguruan tinggi telah kita lalui. Banyak waktu yang kita lalui disana. Tugas tak terhitung jumlahnya telah kita kerjakan. Banyak hal yang kita hafalkan, guna mendapat nilai terbaik. Banyak waktu yang telah terlewatkan. Tapi apa yang kita dapatkan? Karena banyak hal pula yang kita lupakan. Benarkah niat kita saat kita mencari ilmu? Nilai? Mungkin itu niat utama dan niat pertama yang kita inginkan. Aku ingin nilai terbaik. Aku ingin lulus. Itulah orientasi dasar dari...

Dari sudut mana aku memandang?

Image
Aku tak mampu? Aku tak bisa? Itu bukan passion ku! Kata kata itu yang sering kita dengar dan mungkin sering juga kita ucapkan, aku pun juga. Bila di hadapkan dengan permasalahan yang sulit atau permasalahan yang tidak kita suka kita cenderung untuk menjauhinya/ menghindarinya bahkan terkadang sebelum kita mencobanya. kita cenderung untuk mengamankan diri kita, tak ingin susah dan ingin yang instan saja. sadar atau tidak itu terjadi dalam diri kita, aku pun juga begitu. Padahal jika mau mencoba pasti hasilnya akan berbeda. Memang sulit rasanya dan serasa ingin menyerah saja. Itu tak mungkin! aku tak bisa. kata itu akan selalu muncul dan membayangi, tapi andai kita mampu sedikit memaksa diri kita pasti jalan itu akan muncul, cepat atau lambat. Walau terkadang kita tak mampu melihat atau menemukannya, tapi bukan berarti tak ada. Meski terkadang kita kan jatuh dan gagal, tapi selama belum menyerah maka kita belum gagal. Gagal adalah kata yang muncul ketika kita berhenti untuk be...

Habits atau Kebiasaan, Sukses atau Gagal

Image
Ketika membicarakan tentang kebiasaan, aku jadi teringat puisi yang ada dalam buku yang di tulis “Sean Covey” yang berjudul “Who Am I?”. Dalam puisi tersebut di jelaskan bahwa kebiasaan atau habits sangat berperan penting dalam keberasilan dalam hidup. Bersama dengannya kita dapat meraih kesuksesan kehidupan di dunia atau pun di akherat tetapi dengannya pula kita dapat hancur atau gagal di keduanya. Keberhasilan kita sangat tergantung bagaimana kebiasaan yang kita miliki. Ilmu, Skill, pengalama segalanya sangat tergantung dengan kebisaan yang kita lakukan. Orang yang memiliki kebisaan makan pasti akan sangat berbeda dengan yang terbiasa perpuasa. Ini adalah puisi yang yang terdapat dalam buku “7 The Habits of Highly Effective Teens” karya “Sean Covey”. “Who Am I?” I am your constant companion. I am your greatest helper or heaviest burden. I will push you onward or drag you down to failure. I am completely at your command. Haft the thing I do you might just as well t...

Menyikapi perbedaan menjadi rahmatan lil 'alamin bersama gus wahid

Image
    Menyikapi perbedaan menjadi rahmatan lil 'alamin Perbedaan adalah sebuah sunnatullah atau sesuatu yang tak bisa di hindari, maka dari itu sangat perlu kiranya kita mengetahui bagaimana cara agar perbedaan itu bukan menjadikan perpecahan, akan tetapi mengarah kepada persatuan. Untuk menjawab hal tersebut, LDK at-Tarbiyah mengadakan KASTI (Kajian Sabtu Pagi ) yang bertemakan “menyikapi perbedaan sebagai rahmatan lil ‘alamin” Dengan pembicara yaitu gus wahid, beliau adalah ketua MUI bidang dakwah juga pemimpin pesantren as-salam Singosari. Dalam ceramahnya beliau mengatakan bahwa perbedaan itu sudah ada sejak zaman Rasulullah sebagai hal yang ditakdirkan oleh Allah SWT, asalkan perbedaan tersebut masih bersifat furu’iyah atau cabang bukan ushuliyah atau pokok, sebagai contoh, sholat adalah hal yang ushuliyah dan semua sepakat bahwa sholat itu wajib dan waktunya sudah ditentukan barang siapa tidak melaksanakan sholat maka akan mendapat dosa, semua sepakat tentang...

Teruntuk saudariku, wanita muslimah.

Image
  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuIsIwM3PcCWhXKYV7EK9U1-KagZNa6Hb0FeJCKesdc8uFFt9gwtgzKsSllDN3p8C9SCKPQl-4O1Q_KGvDPQOiewRbeuXsG4wotp-T4mOfvc7VdHKocFu4w05XrtT9R0YopTul_WD_t3I/s1600/SiluetSholat.jpg Wahai saudariku……….. Sambutlah salam dan penghormatan…..     Selamat dan  salut buat saudariku………..yang mendirikan shalat dan berpuasa dengan patuh dan penuh kosentrasi.             Selamat dan  salut buat saudariku………..yang memakai hijab karena rasa malu dan untuk menjaga kehormatan dan keteguhan hati.     Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu belajar dan menelaah dengan penuh kesadaran dan kelurusan hati.      Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu menepati janji, dipercaya, dan jujur. Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu bersabar, mawas diri, dan bertobat. Selamat dan ...

Move On (Muslimah Beliave in Allah) by Madrasah Muslimah

Image
Terkadang cinta tak mudah di mengerti Awalnya cinta hanya sekedar ekspektasi Namun berlanjut pada sebuah obsesi Obsesi memantaskan diri dan memperbaiki diri Untuk mengarungi samudera yang luas bersama Dan Hanya pada Sang Ilahi Rabby….. Ku gantungkan segala obsesiku, ikhtiarku, do’aku serta tawakkalku untuk menjemput tulang rusukku Segala puji pada Alloh atas segala kekuasaaNya dan kehendaknya, acara Talkshow Move on adalah Grand Launching dari Madrasah Muslimah, dan acara Talkshow telah terlaksana dengan sukses pada tanggal 4 Oktober 2015 yang bertempat di Auditorium Fakultas Saintek   Lantai 4 UIN Maliki Malang yang dihadiri oleh   119 peserta dari berbagai kampus di kota Malang.   Kerjasama yang luar biasa untuk menyelenggarakan acara ini, dengan jumlah panitia sebanyak 13 orang akhwat, karena panitia memang merencanakan bahwa acara ini di khususkan untuk akhwat atau para perempuan.   Panitia memilih judul move on, karena   panitia ...