Posts

KOMITMEN DIRI

KOMITMEN DIRI... Banyak orang -termasuk kita- yang ketika hendak melakukan pencapaian tertentu dalam hidupnya; bertanya kepada yang telah sukses di situ: "Apa tips dan rahasianya?" Soalan ini tidak salah. Tapi yang salah adalah niat yang tersembunyi di sebaliknya. Mengapa dan apa maksud hati menyoalnya? Kebanyakan kita mengucap soal itu -berulang ulang di berbagai kesempatan dengan niat: ingin tahu cara termudah, tersingkat dan ternyaman untuk mencapainya. Niat itulah yang mereka-bentuk mentalitas kita. Bahwa kita sebenarnya seorang "instantholic". Maunya gampang dan tidak mau susah. Inginnya sukses tanpa meneteskan peluh, tanpa genangan air mata. Tanpa perjuangan. Maka kita pun dimanjakan oleh sajian kata "cara cepat menjadi...", "cara cepat menguasai...", dan yang semisalnya. Menghafal Al-Quran dengan cara singkat. Menuntut ilmu dengan cara secepat kilat. Sampai menjadi kaya dalam hitungan bulan. Kita lupa atau tidak ...

Perjalanan Matra

Matra 1 ialah awal dari langkah kita menjadi insan yang taqwa melalui LDK. Matra 1 ini diadakan selama 3 hari 2 malam. Walaupun terdengar agak lama “bagi ane” tapi semua acara yang ada didalam LDK ini semuanya bermanfaat. Pada hari pertama ba`da ashar kami berangkat dari mas ul (masjid ulul albab) menuju singosari .Dari awal mulai saja di hari pertama sudah terbukti dengan ditandai mobil “angkot”yang bermasalah bahkan supirnya saja bermsalah,sampai marah-marah kekami. Untunglah kami sampai dengan selamat. Kami bukan akan menempati tempat yang besar, tetapi kami akan tinggal di musholla yang ketika kedatangan kami disambut dengan antusias oleh anak-anak yang mengaji di musolla ini. Kemudian kami beres beres tempat dan meletakkan tas,dan sholat berjamaah. Setelah sholat barulah kami makan. Makan para anggota LDK tidak seperti makannya organisa lain. Kami makan dengan mengamalkan Sunnah rasul. Satu nampan itu harus berenam kalau tidak,makan tidak akan dimulai. Memang terasa kebersama...

Ayah, Aku Jatuh Cinta!

Waktu telah berjalan begitu lama semenjak kepergian kedua orang tuaku, hingga kini aku telah dewasa dan menjadi seorang mahasiswa. Aku diterima di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Tak hanya itu, aku juga terpilih menjadi salah satu mahasiswa yang mendapat Beasiswa . Semoga ayah dan ibu bangga denganku.Esok aku akan berangkat, pergi jauh meninggalkan tanah kelahiranku,pulau yang subur dan indah akan pesona alamnya,pulau yang terkenal dengan seribu masjidnya,pulau yang terkenal dengan tutur sapa dan sopan masyarakatnya,dan akan meninggalkan semua kenangan yang dulu pernah kita lakukan. Dulu, saat aku kecil, saat memori otakku masih belum dapat merekam dengan sempuna guratan senyummu. Sebentar lagi aku tak akan bisa mengunjungimu disetiap akhir pekan. Tapi aku akan selalu punya banyak cara untuk memelukmu.. Setelah merasa cukup berbincang dan membersihkan pusara ayah dan ibu , aku pergi menemui sahabat-sahabatku untuk berpamitan. Tangisan haru pecah di antara kam...